Kabupaten Aceh Tengah merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang cukup tinggi, khususnya gempa bumi, longsor, dan kebakaran. Kondisi geografis pegunungan serta aktivitas tektonik menjadikan masyarakat perlu memiliki sistem hunian yang adaptif terhadap bencana. Salah satu bentuk warisan kearifan lokal masyarakat Gayo adalah rumah tradisional Umah Pitu Ruang, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan nilai sosial, budaya, serta strategi mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Umah Pitu Ruang sebagai bangunan tanggap bencana dengan menelaah aspek struktur dan material bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis arsitektur vernakular. Hasil kajian menunjukkan bahwa Umah Pitu Ruang memiliki karakteristik konstruksi yang adaptif terhadap bencana, seperti struktur rumah panggung, penggunaan material lokal yang ringan, serta sistem sambungan yang fleksibel sehingga mampu mereduksi dampak gempa. Dengan demikian, Umah Pitu Ruang dapat dijadikan referensi dalam pengembangan konsep bangunan tanggap bencana berbasis kearifan lokal di Aceh Tengah.
Copyrights © 2025