Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan strategi pengembangan usaha Nata de Averrhoa carambola (Nata Belimbing) sebagai produk diversifikasi olahan pangan fungsional di Kota Blitar, Jawa Timur, guna mengatasi masalah surplus panen buah belimbing. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data utama melalui wawancara mendalam kepada 15 subjek, meliputi petani belimbing, pelaku UMKM olahan buah, dan masyarakat/konsumen, serta menggunakan survei preferensi. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha Nata Belimbing berada pada kuadran agresif (S-O), didukung oleh biaya bahan baku yang sangat rendah dan tren pasar pangan sehat yang sedang meningkat. Namun, UMKM menghadapi kelemahan signifikan pada keterbatasan kapasitas produksi dan branding. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah Strategi Pembalikan (W-O), yaitu dengan memanfaatkan dukungan Pemerintah Daerah untuk fasilitasi teknologi dan pelatihan digital branding, serta menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) mutu untuk mengatasi kompetisi dari Nata de Coco. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pengembangan usaha Nata de Averrhoa carambola sangat layak dan memiliki peluang pengembangan yang tinggi di Kota Blitar, asalkan kelemahan internal terkait manajemen dan kapasitas produksi segera diatasi melalui dukungan pihak eksternal (pemerintah atau fasilitator lainnya).
Copyrights © 2025