Di Indonesia, konsumsi makanan jajanan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah dasar (7–12 tahun). Kondisi ini dipengaruhi oleh lamanya waktu yang dihabiskan anak di lingkungan sekolah, sehingga mendorong terbentuknya kebiasaan mengonsumsi jajanan secara rutin. Mencermati kandungan gizi pada pada kacang tunggak, maka bisa menjadi salah satu inovasi baru dan dapat dibuat produk bolu panggang sebagai makanan fungsional tinggi protein. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya terima organoleptik, daya kembang dan kandungan protein. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan menggunakan 1 kontrol dan 2 perlakuan yang kemudian dilakukan uji daya terima oraganoleptik dan uji daya kembang. Jenis perlakuan pada penelitian ini adalah substitusi tepung kacang tunggak dengan masing-masing pada P0:0%, P1: 10%, dan P2: 20%. Hasil uji organoleptik menunjukkan proposi substitusi tepung kacang tunggak tidak mempengaruhi daya terima warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil uji daya kembang produk bolu panggang perlakuan kontrol tanpa substitusi tepung kacang tunggak (0%) memiliki rata-rata daya kembang sebesar 64%, perlakuan 1 dengan substitusi tepung kacang tunggak (10%) memiliki rata-rata daya kembang sebesar 57%, dan pada perlakuan 2 dengan proposi substitusi tepung kacang tunggak (20%) memiliki rata-rata daya kembang 51,5%. Hasil penelitian menunjukkan proposi substitusi tepung kacang tunggak dalam pembuatan bolu panggang dapat mempengaruhi kandungan gizi protein bolu panggang sehingga perlu dilakukan kajian protein. . Kata Kunci : Bolu Panggang, Tepung Kacang Tunggak, Kajian Protein, Daya Terima, Daya Kembang
Copyrights © 2025