Kepenatalayanan gembala sidang dalam memberdayakan potensi guru sekolah minggu merupakan bagian yang sangat integral. Motivasi dan semangat melayani guru-guru sekolah Minggu sangat berkaitan dengan kepenatalayanan gembala sidang dalam memberdayakan setiap potensi guru-guru sekolah minggu. Guru-guru sekolah Minggu di Gereja Kemah Inji Indonesia (GKII) Aleteia Tanjung Hulu pontianak adalah mayoritas anggota jemat yang terdiri dari kaum awam. Guru-guru yang memiliki panggilan dan terbeban dalam melayani anak-anak sekolah Minggu. Pelayanan gereja kepada anak-anak jemat pada umumnya dilaksanakan pada hari minggu yang lazim disebut dengan Sekolah Minggu.  Namun secara realita perhatian dan sikap gereja terhadap sekolah minggu seringkali kurang seimbang dibandingkan perhatian gereja pada orang dewasa khususnya kebaktian minggu, kebaktian kaum perempuan, kebaktian kaum pria, kebaktian keluarga dan lain-lain. Dengan demikian gedung itu sendiri membuktikan bahwa pengertian tentang fungsi gereja masih kurang sempurna. Dipihak lain gereja, masyarakat dan bangsa mengakui bahwa anak-anak adalah generasi penerus keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa, sehingga perlu pembinaan dari semaksimal mungkin bak secara intelektual, rohani, moral dan fisik. Kepenatalayan gembala sidang dalam memberdayakan guru-guru sekolah minggu sangat berpengaruh dan menentukan perkembangan pelayanan di gereja. Gembala sidang yang mampu menata pelayanan, memiliki visi dan misi serta memiliki pandangan yang luas, jelas dan terarah pada tujuan orangisasi gereja yang dipimpinnya yang berdasarkan Alkitabiah. Kepenatalayanan gembala sidang dalam memberdayakan potensi guru sekolah minggu di GKII Aleteia Tanjung Hulu berdampak kepada guru-guru sekolah minggu dan anak-anak sekolah minggu yang diajar. Gembala bertanggung jawab untuk menata pelayanan sedemikian rupa guna kemajuan dan perkembangan anak-anak sekolah minggu dengan memberdayakan dan melibatkan setiap potensi pelayanan yang mereka miliki.Â
Copyrights © 2025