Penelitian ini bertujuan menganalisis pembinaan kemandirian sablon dalam meningkatkan pemasaran produk warga binaan melalui media sosial di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung. Pembinaan keterampilan sablon menjadi bekal penting bagi narapidana untuk proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial setelah bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan sablon telah berjalan baik dari segi teknis dan partisipasi warga binaan. Namun, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran belum optimal. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya manusia yang memahami digital marketing, minimnya fasilitas teknologi, serta belum adanya strategi promosi yang terstruktur. Kesimpulannya, media sosial memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan pemasaran. Disarankan adanya peningkatan kompetensi digital, penyediaan sarana pendukung, dan penyusunan strategi pemasaran agar hasil pembinaan lebih optimal.
Copyrights © 2026