Intention to stay karyawan merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan operasional perusahaan, khususnya di sektor pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari perceived consciousness dan work-family conflict terhadap intention to stay, dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada karyawan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bekerja di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok dengan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling, melibatkan 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived consciousness dan work-family conflict berpengaruh signifikan terhadap job satisfaction. Namun, perceived consciousness tidak berpengaruh langsung terhadap intention to stay. Sebaliknya, job satisfaction terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay serta memediasi hubungan antara perceived consciousness maupun work-family conflict dengan intention to stay. Implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan job satisfaction untuk mempertahankan karyawan. Perusahaan disarankan menyelenggarakan pelatihan manajemen stres guna memperkuat perceived consciousness.
Copyrights © 2025