Penelitian ini membahas implementasi pendekatan Client-Centered Therapy (CCT) dalam pembinaan kepribadian kerohanian Kristen di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai. Pendekatan ini diterapkan untuk memberikan pembinaan yang lebih personal, empatik, dan non-judgmental kepada narapidana Kristen, dengan tujuan membentuk pribadi yang lebih baik dan meningkatkan potensi diri mereka selama menjalani masa pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan petugas pembinaan, narapidana Kristen, dan pihak ketiga seperti pendeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CCT melalui prinsip penerimaan tanpa syarat, keaslian, pemahaman empatik, dan sikap tidak menghakimi membantu narapidana merasa dihargai, terbuka, dan mampu merefleksikan diri secara spiritual. Hambatan dalam penerapan CCT di antaranya keterbatasan sumber daya, waktu, serta kondisi psikososial narapidana yang bervariasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas petugas pembinaan agar pendekatan CCT dapat dijalankan secara konsisten sehingga pembinaan kerohanian dapat berdampak lebih optimal dalam rehabilitasi dan reintegrasi narapidana ke masyarakat.
Copyrights © 2026