Krisis identitas menjadi fenomena yang semakin kompleks pada Generasi Z, generasi yang tumbuh di tengah arus postmodernisme yang menandai perubahan nilai, norma, dan struktur sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan mekanisme adaptasi dinamis yang dilakukan Generasi Z dalam menghadapi krisis identitas di tengah gelombang postmodern. Melalui pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretative dan desain fenomenologi serta analisis data reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan ditemukan bahwa Generasi Z membangun identitasnya melalui proses reflektif dan performatif. Adaptasi dinamis diwujudkan dalam fleksibilitas peran sosial, penciptaan citra diri digital, serta kemampuan untuk beralih antara berbagai identitas kontekstual. Meskipun hal ini memungkinkan kebebasan ekspresi dan keberagaman makna, di sisi lain, fenomena tersebut memunculkan paradoks berupa kehilangan keutuhan diri dan autentisitas. Dengan demikian, adaptasi dinamis Generasi Z di era postmodern bukan sekadar bentuk penyesuaian, melainkan strategi eksistensial untuk bertahan dan menemukan makna diri dalam lanskap sosial-budaya yang terus berubah dan tidak menentu.
Copyrights © 2026