The development of Sharia People's Financing Banks (BPRS) experiences an increase in performance every year, supported by strict supervision from the Financial Services Authority (OJK) to ensure stability and accountability. Therefore, to support the performance of BPRS, it is necessary to measure efficiency in optimally managing existing resources to achieve sound and sustainable performance. In terms of financing for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), the improvement of BPRS plays an important role in assisting their continuity. This study uses a quantitative approach based on the Data Envelopment Analysis (DEA) method, aiming to measure the efficiency level of BPRS in the Banten region. The secondary data used was obtained from the official OJK website. The results show that out of the nine BPRS in the Banten region, BPRS Wakalumi achieved an efficiency score of 1 during the years 2020-2021, indicating efficiency. In 2022, no BPRS achieved an efficiency score of 1 or 100%, but BPRS Harta Insan Karimah reached the highest score. In 2023, BPRS Attaqwa and BPRS Harta Insan Karimah experienced efficiency, and BPRS Attaqwa achieved efficiency with a score of 1 in 2024. The performance of BPRS, particularly in the Banten region, still requires improvements in utilizing existing resources so that their results can be maximized. Perkembangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) mengalami peningkatan kinerja setiap tahunnya dengan adanya pengawasan ketat untuk menjamin stabilitas dan akuntabilitas dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) oleh karena itu, untuk menunjang kinerja BPRS diperlukan pengukuran efisiensi dalam mengelola sumber daya yang ada secara optimal guna mencapai kinerja yang sehat dan suistainable (berkelanjutan). Dalam segi pembiayaan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) peningkatan BPRS memiliki peran penting dalam membantu keberlangsunganya. Peneltian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis metode Data Envelopment Analysis (DEA) bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi BPRS wilayah Banten, sedangkan untuk data sekunder yang digunakan diperoleh dari situs website resmi OJK. Hasilnya menunjukkan bahwa dari sembilan BPRS di wilayah Banten selama tahun 2020-2021 BPRS Wakalumi dengan skor nilai 1 menandakan efisiensi. Pada tahun 2022 tidak ada BPRS yang mengalami efisiensi dengan nilai 1 atau 100% namun BPRS Harta Insan Karimah mencapai nilai tertinggi. Pada tahun 2023 BPRS Attaqwa dan BPRS Harta Insan Karimah mengalami efisiensi dan BPRS Attaqwa pada tahun 2024 mengalami efisiensi dengan nilai 1. Kinerja BPRS di wiliyah Banten khususnya masih perlu pembenahan dalam memanfaatkan penggunaan sumberdaya yang ada, sehingga dapat memaksimalkan hasilnya.
Copyrights © 2025