Fenomena meningkatnya kenakalan remaja sering dikaitkan dengan kurangnya dukungan sosial dari orang tua, terutama pada keluarga dengan orang tua yang memiliki kecenderungan workaholic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap kenakalan remaja laki-laki dengan orang tua workaholic di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 222 subjek remaja laki-laki berusia 15–18 tahun yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala dukungan sosial yang diadaptasi dari Social Provisions Scale (Cutrona & Russell, 1984) dan skala kenakalan remaja yang diadaptasi dari Self-Report Delinquency Scale (Mak, 1993). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua berpengaruh negatif signifikan terhadap kenakalan remaja (p < 0,030; p < 0,05) dengan nilai R² sebesar 0,027, yang berarti variabel dukungan sosial menjelaskan 2,7% variasi kenakalan remaja laki-laki dengan orang tua workaholic. Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua, maka semakin rendah tingkat kenakalan remaja, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial tetap menjadi faktor protektif penting meskipun orang tua memiliki keterbatasan waktu akibat pekerjaan.
Copyrights © 2026