Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus merupakan bagian penting dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan memastikan pemerataan hak belajar. Anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik beragam yang menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan mengelola emosi. Kendala utama yang dihadapi siswa di SLBN 2 Denpasar meliputi perbedaan sistem bahasa isyarat antara guru dan siswa, serta rendahnya keterampilan sosial dan perkembangan emosional. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal dan keterampilan sosial terhadap perkembangan sosial emosional siswa berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan adalah kuisioner dengan Skala Likert, disebarkan pada 88 responden dan dianalisis menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan keterampilan sosial berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial emosional siswa dengan nilai t-statistic yang tinggi dan p-value < 0,05. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan komunikasi dan pengembangan keterampilan sosial dalam pendidikan siswa berkebutuhan khusus untuk mencapai perkembangan sosial emosional yang optimal. Hasil penelitian ini menjadi acuan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan interaksi sosial siswa di SLB.
Copyrights © 2026