Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis peran gender dalam budaya patriarki pada suku Batak Toba, khususnya di Punguan Pasaribu. Yang menjadi fokus utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem patriarki yang ada pada suku Batak Toba di Punguan Pasaribu memengaruhi pembagian peran antara lakilaki dan perempuan dalam ranah domestik maupun publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian terdahulu seperti buku ataupun jurnal. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu melalui pra observasi, wawancara mendalam, observasi langsung, studi literatur dan dokumentasi terhadap anggota Punguan Pasaribu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki masih berperan kuat dalam struktur sosial masyarakat Batak Toba. Laki-laki diposisikan sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan utama, dan pewaris marga, sedangkan perempuan cenderung berperan dalam ranah domestik serta memiliki posisi subordinat. Namun meskipun demikian, terdapat perubahan nyata yang terlihat bahwa perempuan Batak Toba di era sekarang ini mulai menunjukkan peran aktifnya dalam ranah publik, misalnya melalui pendidikan dan kontribusi dalam kegiatan sosial. Meskipun hal ini masih menjadi satu hal yang sulit untuk diperjuangkan karena penuturan budaya serta batasan nilai adat yang kuat, yang sudah melekat dan terikat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Copyrights © 2026