Penelitian ini menganalisis implementasi Good University Governance (GUG) pada perguruan tinggi berbasis kampus pesantren melalui studi kasus di Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta. Di tengah tantangan perguruan tinggi Islam swasta yang hanya 37% memiliki tata kelola digital terintegrasi, penelitian mengungkap bagaimana prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan berpadu dengan nilai pesantren seperti ketaatan sanad keilmuan, keteladanan, kedisiplinan, serta budaya religius. Pendekatan kualitatif-deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data primer melalui observasi partisipan, wawancara mendalam kepada pimpinan yayasan, rektorat, dosen, dan mahasiswa, serta telaah dokumen seperti laporan tahunan dan kebijakan institusi. Analisis data interaktif didukung triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin kredibilitas. Hasil menunjukkan sinergi GUG dengan ekosistem terpadu yayasan-pesantren-kampus, unit usaha mandiri, serta jejaring cabang regional-internasional menciptakan model tata kelola adaptif yang memperkuat kemandirian, daya saing, dan pembinaan karakter via program Tahfidzul Qur’an serta jadwal kuliah integratif. Model ini menawarkan alternatif unggul bagi perguruan tinggi Islam yang berkelanjutan dan berkarakter.
Copyrights © 2026