Pembentuakan keluarga harmonis menjadi prioritas utama dalam memastikan keberlangsungan hidup generasi berikutnya. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang membentuk karakter dan kepribadian individu. Kesejahteraan dan keharmonisan keluarga menentukan kualitas hidup anak-anak yang sedang dalam tahap perkembangan kritis. Komunikasi positif antara anggota keluarga adalah elemen kunci dalam menciptakan lingkungan emosional yang sehat dan mencegah kekerasan terhadap anak usia dini. Kurangnya komunikasi yang sehat sering kali menyebabkan kekerasan terhadap anak, karena orang tua yang tidak memiliki keterampilan komunikasi yangbaik cenderung merasa frustasi dan tidak sabar. Tantangan dalam membangun komunikasi positif semakin kompleks dengan adanya faktor budaya dan lingkungan seperti nilai-nilai budaya, tingkat pendidikan, dan kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara komunikasi positif dalam keluarga dan tingkat kekerasan terhadap anak usia dini, serta mengidentifikasi strategi efektif untukmencegah kekerasan. Menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka, penelitian ini mengumpulkan data dan teori dari penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor budaya dan lingkungan mempengaruhi efektifitas komunikasi positif. Kolaborasai berbagai pihak dan edukasi yang terus menerus sangat penting untuk menciptakan perubahan yang berarti dan membangun keluarga yang sehat serta aman bagi anak-anak.
Copyrights © 2025