Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill yang memadai agar mampu bersaing di dunia kerja yang dinamis dan global. Berbagai studi menunjukkan bahwa rendahnya soft skill lulusan menjadi salah satu penyebab kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri, termasuk di perguruan tinggi keagamaan Islam. STAI Kuningan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam menghadapi tantangan untuk memperkuat soft skill mahasiswa tanpa mengabaikan penguasaan ilmu-ilmu keislaman. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini merumuskan permasalahan terkait strategi implementasi soft skill dalam pembelajaran, jenis soft skill yang dikembangkan, dampaknya terhadap kompetensi mahasiswa, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi soft skill di STAI Kuningan serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposive yang melibatkan pimpinan institusi, dosen, mahasiswa, alumni, dan stakeholder eksternal dengan total 25 informan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi dan kriteria trustworthiness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan soft skill di STAI Kuningan dilaksanakan melalui integrasi kurikulum, program pengembangan khusus, dan pemberdayaan organisasi kemahasiswaan. Implementasi ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, problem solving, manajemen waktu, dan adaptabilitas, serta turut mendukung peningkatan prestasi akademik, meskipun masih terdapat kendala yang memerlukan perbaikan berkelanjutan.
Copyrights © 2025