Keberagaman bahasa daerah di Indonesia sering belum terakomodasi dalam pembelajaran sekolah dasar yang dominan berbahasa Indonesia, sehingga siswa penutur Bahasa Ibu berisiko mengalami hambatan pemahaman dan partisipasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kultur sekolah melalui strategi pembelajaran berbasis Bahasa Ibu pada kelas rendah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SD Inpres Wudu melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur dan semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan penggunaan Bahasa Nage sebagai jembatan belajar meningkatkan keberanian siswa menjawab, berdiskusi, dan mengekspresikan ide, serta membangun iklim kelas yang lebih inklusif melalui rutinitas, media lokal, dan transisi bertahap ke Bahasa Indonesia. Kesimpulannya, strategi Bahasa Ibu mendukung penguatan kultur sekolah dan literasi awal, namun membutuhkan ketersediaan bahan ajar, pelatihan guru, dan perencanaan transisi yang konsisten serta dukungan orang tua sekolah.
Copyrights © 2026