PAUD menjadi fondasi perkembangan bahasa anak di Indonesia; karena itu penggunaan bahasa daerah di kelas perlu dipahami empiris. Penelitian ini menelaah intensitas dan pengaruh Bahasa Ende dalam pembelajaran di PAUD Salib Suci Ndetundopo. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan melalui observasi naturalistik 17–28 Februari 2025 dan wawancara semi-terstruktur dengan guru; data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan, lalu diverifikasi dengan triangulasi. Guru menggunakan Bahasa Ende 60 kali, terutama untuk instruksi praktis (38,3%) dan konsep budaya lokal (25,0%). Anak yang dominan berbahasa Ende di rumah lebih cepat memahami instruksi; anak yang kurang terpapar sempat bingung, namun membaik setelah pengulangan. Secara linguistik, meningkat pemahaman instruksi (94,4%), kosakata dua bahasa (88,9%), dan code-mixing (77,8%). Bahasa Ende mendukung partisipasi dan ikatan emosional tanpa menghambat Bahasa Indonesia, namun membutuhkan strategi bilingual terencana dan seimbang di sekolah.
Copyrights © 2026