Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran program spiritual dalam menjaga kesehatan mental siswa kelas XII SMAIT As-Syifa BS Wanareja dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Siswa pada tahap ini berada dalam tekanan akademik dan psikologis yang tinggi, sehingga diperlukan strategi pendampingan yang holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada siswa, pembina, dan guru yang terlibat dalam pelaksanaan program spiritual. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk menemukan pola makna terhadap pengalaman spiritual siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program spiritual yang meliputi shalat dhuha berjamaah, tilawah dan tadabbur Al-Qur'an, dzikir dan doa rutin, kajian keislaman, mentoring ruhiyah, serta doa bersama menjelang pembelajaran memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental siswa. Temuan utama meliputi: (1) berkurangnya kecemasan dan ketakutan gagal, (2) meningkatnya stabilitas emosional, (3) tumbuhnya rasa percaya diri dan tawakal, (4) terbentuknya makna hidup dalam memandang perjuangan akademik, serta (5) kuatnya dukungan sosial spiritual dari pembina dan komunitas sekolah. Program spiritual tidak hanya dipahami sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai strategi coping yang efektif dalam membantu siswa mengelola stres, tekanan akademik, dan ketidakpastian masa depan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa spiritualitas berperan signifikan sebagai fondasi kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, integrasi program spiritual dalam lingkungan sekolah berbasis Islam sangat relevan untuk dipertahankan dan dikembangkan sebagai bentuk dukungan psikososial bagi siswa yang sedang berada pada fase transisi menuju perguruan tinggi.
Copyrights © 2025