Resiliensi diri merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam menghadapi tekanan sosial, termasuk tekanan teman sebaya yang berkaitan dengan perilaku berisiko seperti konsumsi alkohol, sehingga layanan bimbingan dan konseling di sekolah memerlukan dukungan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini merupakan tahap awal pengembangan media pembelajaran yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran dalam mendukung penguatan resiliensi diri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap Analysis. Pengumpulan data dilakukan melalui angket analisis kebutuhan yang diberikan kepada siswa SMP serta wawancara pendukung dengan guru bimbingan dan konseling, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang digunakan saat ini belum sepenuhnya mendukung penguatan resiliensi diri siswa, khususnya dalam melatih kemampuan mengelola emosi, menolak tekanan teman sebaya, dan mengambil keputusan dalam situasi sosial yang berisiko. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang bersifat interaktif, kontekstual, dan mampu menghadirkan simulasi tekanan sosial secara realistis sebagai dasar bagi tahap pengembangan media selanjutnya.
Copyrights © 2025