Simpanan karbon organik tanah berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian ini menganalisis simpanan karbon tanah pada tiga jenis lahan pertanian di Sub-DAS Tuntang Hulu, yaitu sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan tegalan. Kandungan karbon organik diukur menggunakan metode gravimetri, dan simpanan karbon total dihitung berdasarkan bobot isi tanah dan kedalaman 0–30 cm. Survei praktik budidaya dan wawancara petani dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap akumulasi karbon tanah. Hasil menunjukkan bahwa lahan tegalan memiliki simpanan karbon rata-rata tertinggi. Namun, hubungan antara praktik budidaya seperti pengembalian sisa tanaman, pengolahan tanah, pemupukan, dan kepemilikan ternak dengan kandungan karbon tidak menunjukkan signifikansi statistik. Praktik budidaya yang mendukung ketahanan cadangan karbon tanah secara berurutan adalah tegalan, sawah tadah hujan dan sawah irigasi.
Copyrights © 2025