Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam interaksi sosial, namun juga memunculkan fenomena negatif berupa cyberbullying yang semakin marak terjadi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena cyberbullying pada kasus kekerasan verbal yang dilakukan oleh Luluk Sofiatul Jannah melalui perspektif nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Metode yang digunakan meliputi studi kasus, analisis konten, analisis wacana kritis, serta studi literatur terkait teori cyberbullying dan pendidikan karakter berbasis etika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pelaku maupun respons berlebihan dari warganet mencerminkan pelanggaran serius terhadap etika kemanusiaan, nilai keadilan, serta moralitas berperadaban sebagaimana tercermin dalam Pancasila. Selain berdampak pada harga diri dan kondisi psikologis korban, cyberbullying juga berpotensi memicu perpecahan sosial dan penurunan moral generasi digital. Oleh karena itu, diperlukan edukasi literasi digital, peran aktif keluarga, lembaga pendidikan, serta penerapan regulasi yang tegas untuk mencegah dan menanggulangi cyberbullying. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan karakter bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi yang lebih etis, manusiawi, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Copyrights © 2025