Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk merespons meningkatnya kasus vandalisme di Kota Medan yang mencerminkan rendahnya penghayatan nilai-nilai Pancasila dalam ruang publik. Fenomena ini menimbulkan kerugian estetika, sosial, dan ekonomi, serta menunjukkan lemahnya kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan bersama. Tujuan kegiatan adalah memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, penyebab, dan dampak vandalisme, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pengamalan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial sebagai dasar perilaku berbangsa. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan dan analisis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola vandalisme serta kondisi sosial yang melatarbelakanginya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa vandalisme umumnya terjadi di area padat aktivitas dengan pengawasan minim, dan dilakukan terutama oleh remaja yang memiliki keterikatan rendah terhadap ruang publik. Temuan ini memperlihatkan bahwa faktor lingkungan fisik, lemahnya kontrol sosial, dan kurangnya pendidikan karakter berkontribusi pada tingginya vandalisme. Kegiatan ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi strategis yang mencakup penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila, peningkatan kualitas tata ruang publik, dan pelibatan komunitas dalam menjaga fasilitas umum. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya mewujudkan kota yang lebih tertib, beradab, dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025