Jurnal Widyaiswara Indonesia
Vol. 5 No. 04 (2024): Desember 2024

Evaluasi Implementasi serta Dampak Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasyankes pada Alumni Peserta Angkatan 2024 BBPK Ciloto

Nina Hernawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Dec 2025

Abstract

Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebagai penyedia layanan kesehatan merupakan lingkungan kerja yang memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja, pengunjung, maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Fasyankes. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto telah menyelenggarakan Pelatihan K3 di Fasyankes sebanyak dua angkatan pada Tahun 2024. Untuk mengetahui keberhasilan pelatihan dilakukan Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP) dengan menggunakan pendekatan Kirkpatrick’s Training Evaluation pada level 3 (perilaku) dan level 4 (hasil). Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan link file dokumentasi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 82 orang terdiri dari alumni peserta pelatihan, rekan kerja, dan atasan alumni. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa alumni telah mengimplementasikan hasil pelatihan K3 dengan baik dan konsisten, dibuktikan dengan nilai mean ≥ 3 pada seluruh penilaian (alumni, rekan kerja, dan atasan). Indikator dengan perilaku sangat baik meliputi pembudayaan PHBS, monitoring APD, kebersihan tangan, dan pengelolaan B3. Aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah ergonomi pengaturan shift kerja, pengukuran faktor lingkungan (pencahayaan, udara, air), serta pengelolaan dan dekontaminasi peralatan medis. Hambatan utama dalam implementasi mencakup keterbatasan sarana prasarana, SDM, dan biaya. Dukungan terhadap penerapan hasil pelatihan tergolong baik hingga tinggi, dengan dukungan terbesar dari pimpinan, kebijakan, dan rekan kerja. Pelatihan K3 terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi, terutama pada penerapan standar K3 dan dukungan akreditasi, meskipun pembinaan Pos UKK dengan nilai mean 2,79 masih perlu diperkuat. Health Care Facilities are work environments with various potential hazards that may threaten the safety and health of workers, visitors, and surrounding communities. Strengthening the capacity of health personnel in implementing Occupational Safety and Health (OSH) is therefore essential. In 2024, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto conducted two batches of OSH Training in Health Care Facilities. To assess training effectiveness, a Post-Training Evaluation was carried out using Kirkpatrick’s model at level 3 (behavior) and level 4 (results). The evaluation applied quantitative descriptive methods using questionnaires and documentation links. A total of 82 respondents participated, consisting of alumni, coworkers, and supervisors. Results indicate that alumni have implemented OSH training outcomes effectively, reflected by mean scores ≥ 3 across all respondent groups. Indicators showing very good performance include membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), PPE monitoring, hand hygiene, and hazardous material (B3) management. Areas requiring improvement include work ergonomics, environmental factor measurements (lighting, air, and water), and the management and decontamination of medical equipment. Main barriers to implementation involve limitations in infrastructure, human resources, and funding. Support for applying the training outcomes is categorized as good to high, with the strongest support from leadership, policies, and coworkers. The training positively contributes to organizational performance, particularly in OSH standard implementation and accreditation support. However, the development of Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK), with a mean score of 2.79, still requires strengthening.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

iwi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Nursing Public Health Social Sciences Other

Description

Jurnal Widyaiswara Indonesia (JWI) menerima naskah Karya Tulis Ilmiah (KTI) dari para widyaiswara se-Indonesia, pejabat fungsional tertentu, serta dari penulis umum lainnya, termasuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Naskah KTI yang dapat diterbitkan pada Jurnal Widyaiswara Indonesia adalah naskah ...