Media digital telah menjadi arena utama dalam pembentukan politik representasi di era demokrasi kontemporer. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi politik, tetapi juga sebagai ruang produksi makna, identitas, dan realitas politik yang dipengaruhi oleh relasi kuasa, simbol, serta logika algoritmik platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana politik representasi dikonstruksi melalui media digital serta implikasinya terhadap identitas politik, partisipasi publik, dan kualitas demokrasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah dan publikasi akademik yang relevan dengan tema politik representasi, media sosial, dan komunikasi politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa politik identitas dan populisme menjadi strategi representasi dominan di ruang digital, yang efektif dalam membangun loyalitas politik berbasis afeksi namun berpotensi memicu polarisasi sosial dan mereduksi diskursus kebijakan substantif. Media digital juga mendorong mediatization of politics, di mana performativitas simbolik dan citra personal lebih diutamakan dibandingkan argumentasi rasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kritis, literasi media, dan etika komunikasi politik untuk menjaga ruang publik digital yang inklusif dan demokratis.
Copyrights © 2025