Pengenalan budaya lokal sejak dini penting untuk membentuk identitas dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi asesmen dalam kegiatan bermain mengenal budaya. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru dari tiga sentra bermain. Data dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan asesmen dilakukan secara otentik menggunakan catatan anekdot, portofolio, ceklis, hasil karya, dan foto berseri yang terintegrasi dalam permainan. Asesmen digunakan sebagai alat pemetaan perkembangan dan refleksi pembelajaran. Implikasi dari hasil ini mendorong PAUD untuk mengintegrasikan asesmen budaya lokal yang kontekstual dan bermakna dalam kegiatan bermain.
Copyrights © 2026