Perkembangan emosi anak usia dini sangat penting karena menjadi dasar bagi hubungan sosial yang sehat dan kesejahteraan psikologis di masa depan. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam bagaimana pengasuhan, lingkungan belajar, dan nilai budaya memengaruhi pembentukan emosi anak. Studi ini dilakukan melalui tinjauan pustaka kualitatif deskriptif-analitis, menelaah berbagai artikel dan laporan penelitian relevan. Instrumen kajian berupa panduan penelaahan literatur, dengan subjek berupa publikasi akademik terbaru. Data dianalisis menggunakan pengelompokan tematik dan sintesis teoretis untuk menemukan pola penting. Hasil penelitian bahwa perkembangan sosial-emosional anak usia dini dipengaruhi oleh peran guru, lingkungan belajar, program pembelajaran, serta keterampilan lain seperti bahasa dan penggunaan teknologi. Guru berperan sebagai pendamping emosi yang membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, sementara lingkungan dan program sosial-emosional yang mendukung mampu menumbuhkan empati serta perilaku positif. Implikasinya, pendidik, keluarga, dan komunitas perlu bekerja bersama dengan pendekatan yang penuh empati, kontekstual, dan menyeluruh agar perkembangan emosi anak lebih optimal.
Copyrights © 2026