Penelitian ini mengkaji proses adaptasi budaya kesenian Kuda Lumping di Desa Mekar Sari, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, dalam perspektif komunikasi antarbudaya. Desa Mekar Sari merupakan wilayah transmigrasi dengan karakter masyarakat multietnis yang terdiri atas suku Jawa, Tolaki, Sunda, Bugis, dan Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Kuda Lumping telah terintegrasi secara harmonis ke dalam kehidupan sosial masyarakat tanpa menimbulkan resistensi budaya. Proses adaptasi tersebut mencerminkan strategi integrasi dalam teori akulturasi John W. Berry, di mana budaya Jawa sebagai budaya asal tetap dipertahankan sekaligus berinteraksi aktif dengan budaya lokal. Efektivitas komunikasi antarbudaya tercermin melalui penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung, keterbukaan dalam pertukaran makna simbolik pertunjukan, serta partisipasi lintas etnis dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Temuan ini menegaskan bahwa kesenian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan sebagai media komunikasi antarbudaya yang memperkuat integrasi sosial dan identitas kolektif masyarakat multikultural.Kuda Lumping; adaptasi budaya; komunikasi antarbudaya; masyarakat multietnis; akulturasi budaya
Copyrights © 2026