Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks dan memerlukan pendekatan pencegahan berbasis keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan keluarga peserta Program Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba di Kelurahan Purwoyoso, Kota Semarang menggunakan pendekatan Insufficiencies in Family Resilience (IFR) dengan lima dimensi, yaitu Family Functioning, Access to Support, Shared Beliefs, Emotional Regulation, dan Decision-Making. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus ganda pada tiga keluarga peserta program yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan tingkat kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga dengan kerentanan rendah memiliki ketahanan kuat pada seluruh dimensi IFR, terutama pada aspek komunikasi, nilai bersama, dan pengambilan keputusan. Keluarga dengan kerentanan sedang menunjukkan ketahanan moderat dengan kelemahan pada akses dukungan sosial, sedangkan keluarga dengan kerentanan tinggi mengalami peningkatan signifikan pasca intervensi program, khususnya pada fungsi keluarga dan regulasi emosi. Penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan keluarga bersifat dinamis dan dapat diperkuat melalui intervensi pendidikan anti narkoba yang reflektif dan partisipatif.
Copyrights © 2025