Penelitian ini membahas konsep toleransi dalam perspektif al-Qur’an dan relevansinya dalam menghadapi fenomena sinkretisme di era modern. Toleransi merupakan salah satu pilar utama dalam interaksi antarumat beragama terutama di tengah kompleksitas masyarakat modern yang begitu beragam. Dengan membahas toleransi dalam perspektif al-Qur’an, maka yang menjadi rujukan pada pembahasan ini ialah QS. al-An’am: 108; QS. al-Ma’idah: 48; dan QS. al-Kafirun: 6, serta meninjau penafsiran para mufassir dan kajian yang relevan. Melalui analisis mendalam terhadap ayat-ayat al-Qur’an, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai toleransi dapat diterapkan ditengah keberagaman, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi umat Islam dalam mempertahankan identitas agama di tengah arus sinkretisme. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali bagaimana al-Qur’an mengatur hubungan umat Islam dengan umat beragama lainnya dan bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi kebera-gaman di era modern sehingga tidak mencampurkan yang hak dan batil. Jenis penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Qur'an mengajarkan toleransi yang bersifat inklusif namun tetap menegaskan batasan-batasan dalam hal akidah. Refleksi terhadap sinkretisme modern menganjurkan umat Islam tetap perlu memperta-hankan identitas keIslam annya sembari tetap menghormati keragaman. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan toleransi berbasis al-Qur'an untuk menyikapi pluralitas agama di era globalisasi.
Copyrights © 2025