Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi ayat ḥuzn (depresi) perspektif Abu Zayd al-Balkhi (w. 934 M) dengan teori psikologi modern, yaitu Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan tafsir tematik. Data diambil dari tafsir klasik dan modern, seperti tafsir at-Thabari, al-Munir, dan al-Azhar, serta ayat-ayat al-Qur’an, khususnya Surah Yusuf (ayat 13, 84, 86) dan Surah Maryam (ayat 24), untuk mendalami tema yang dibahas. Sumber data sekunder diperoleh dari kamus bahasa Arab, kitab azbabun nuzul, literatur sejarah, jurnal ilmiah dan karya ilmiah lainnya. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan, lalu dianalisis dengan metode tafsir tematik menurut al-Farmawi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana penafsiran ayat-ayat ḥuzn (depresi) perspektif psikologi Abu Zayd al-Balkhi? dan Bagaimana relevansi penafsiran ayat ḥuzn (depresi) dengan psikologi modern?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Abu Zayd al-Balkhi mengenai kesedihan sebagai respon alami yang dapat dikelola secara kognitif dan spiritual, sejalan dengan prinsip-prinsip CBT yang menekankan kesadaran diri (awareness), penataan ulang pola pikir (cognitive reframing), dan respon perilaku adaptif (behavioral response). Kisah Nabi Ya‘qub dan Maryam menjadi gambaran Qur’ani tentang self healing yang mencerminkan keseimbangan antara ekspresi emosional, keimanan dan tindakan solutif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara tafsir al-Qur’an dan teori psikologi klasik Islam serta pendekatan psikologi modern mampu memberikan kontribusi terhadap pemahaman kejiwaan yang lebih holistik dan kontekstual di era kontemporer.
Copyrights © 2025