Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis empat istilah kognitif utama dalam al-Qur’an—tafakkur, tadabbur, ʿaql, dan tażakkur—dengan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkap makna dasar dan relasional dari setiap istilah guna merekonstruksi Weltanschauung (pandangan dunia) Qur’ani dalam konteks epistemologi Islam. Data utama berupa ayat-ayat al-Qur’an dianalisis melalui metode analisis isi secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah tafakkur dan tadabbur berfungsi sebagai instrumen kognitif awal yang bersifat kontemplatif, namun berbeda objek; tafakkur merespons realitas empiris, sedangkan tadabbur fokus pada isi al-Qur’an. Istilah ʿaql berperan dalam menalar hubungan kausal dan abstrak yang memerlukan fondasi ʿilm. Adapun tażakkur menempati posisi tertinggi sebagai bentuk pengaktifan kesadaran spiritual, yang hanya dapat dilakukan oleh ulū al-albāb. Keempat istilah ini membentuk struktur kognitif Qur’ani yang integratif, menggabungkan pengamatan, kontemplasi, penalaran, dan internalisasi spiritual secara bertahap dan berkesinambungan. Temuan penelitian ini tidak hanya memperkaya studi semantik al-Qur’an secara teoretis, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam penyusunan kurikulum, materi ajar, dan pelatihan guru yang menanamkan keterampilan berpikir kritis dan spiritual secara terintegrasi dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2025