Publish Date
30 Nov -0001
Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem menghadapi permasalahan serius terkait ketersediaan air irigasi akibat kondisi topografi berbukit dan ketergantungan tinggi pada curah hujan musiman. Sistem irigasi tradisional yang masih dilakukan secara manual menyebabkan pemborosan air, biaya operasional tinggi, dan produktivitas pertanian yang tidak stabil. Program pengabdian TIRTA (Teknologi IoT untuk Irigasi Terkendali dan Automasi) ini dikembangkan untuk memberikan solusi melalui penerapan sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengaturan penyiraman melalui jadwal dinamis menggunakan Telegram Bot. Teknologi ini memanfaatkan ESP32 sebagai mikrokontroler utama, relay sebagai aktuator pompa, serta integrasi protokol MQTT untuk memastikan komunikasi yang ringan dan stabil. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi air, pengurangan beban kerja petani, serta peningkatan stabilitas produksi. Sistem ini terbukti menjadi solusi tepat guna yang mudah dioperasikan, hemat biaya, dan sesuai dengan kondisi infrastruktur pedesaan.
Copyrights © 0000