cover
Contact Name
Kadek Adi Indra Brata
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikawahyuni@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Warmadewa, Program Studi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Jalan Terompong no 24, Denpasar, Bali-Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Daya
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 27760863     EISSN : 27762548     DOI : https://doi.org/10.22225/jad
Core Subject : Engineering,
ABDI DAYA (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan) merupakan jurnal IPTEK Infrastruktur dan Perencanaan Wilayah yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Magister Infrastruktur dan Teknik Lingkungan, Universitas Warmadewa. MRIL merupakan program studi terbaru program pascasarjana di Universitas Warmadewa dengan konsentrasi pada sanitasi dan air bersih, infrastruktur dan material mutakhir, serta mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir. Sehingga konsentrasi inilah yang menjadi ruang lingkup jurnal ini.
Articles 51 Documents
SOSIALISASI PENGEMBANGAN EKOWISATA MELALUI MATERPLAN FASILITAS PENUNJANG WISATA DI DESA LEBIH, GIANYAR, BALI I Kadek Merta Wijaya; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; Lilik Antarini
Jurnal Abdi Daya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Daya Vol.5 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.40-52

Abstract

Desa Lebih, yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis alam dan budaya lokal. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan masih menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam hal perencanaan fasilitas penunjang dan keterlibatan masyarakat serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep ekowisata yang berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi pengembangan ekowisata melalui penyusunan masterplan fasilitas penunjang wisata bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat setempat mengenai pentingnya pengembangan fasilitas penunjang ekowisata yang ramah lingkungan dan berbasis partisipasi komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara dan diskusi kelompok terarah/ focus group discussio (FGD), serta penyusunan masterplan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal serta masyarakat. Materi sosialisasi mencakup konsep dasar ekowisata, identifikasi potensi lokal, peran serta masyarakat, serta desain fasilitas yang sesuai dengan prinsip ekowisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif dari masyarakat, serta munculnya beberapa usulan konkret terkait pengembangan fasilitas seperti jogging track, lapangan mini soccer, tempat meditasi dan yoga, tempat even gathering,wedding, restoran, glamping, kolam renang dan pemandian air panas,water tubbing, information centre dan stand UMKM berbahan lokal. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara warga, aparat desa, dan pelaku wisata dalam merancang rencana pengembangan fasilitas penunjang ekowisata berbasis potensi lokal untuk mendukung implementasi masterplan.Diharapkan melalui kegiatan ini, Desa Lebih dapat menjadi contoh desa wisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan lintas sektor, serta pendampingan berkelanjutan dalam proses perencanaan dan implementasi pengembangan ekowisata.
PERANCANGAN DINDING PENAHAN TANAH DALAM UPAYA PELESTARIAL LINGKUNGAN DESA SIBETAN, KEC. BEBANDEM, KARANGASEM, BALI I Putu Ellsa Sarassantika; I Nengah Sinarta; I Wayan Widanan; I Made Wahyu Pramana
Jurnal Abdi Daya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Daya Vol.5 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.1-10

Abstract

Desa Sibetan di Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, menghadapi tantangan dalam pengelolaan dataran tinggi yang digunakan sebagai setra adat. Wilayah ini rentan terhadap longsor dan kerusakan lahan akibat hujan deras, yang mengancam fungsi jalan dan kegiatan agama masyarakat. I Made Mustiawan, pemimpin masyarakat Desa Sibetan, mengakui pentingnya dukungan dari Universitas Warmadewa untuk memberikan solusi berkelanjutan. Dalam upaya pengabdian masyarakat, dilakukan survei awal pada 13 Februari 2024 untuk memahami kondisi geografis dan lingkungan desa. Survei mencakup pemetaan daerah rawan longsor, analisis kualitas tanah, dan identifikasi faktor risiko. Data ini menjadi dasar perencanaan dan pembangunan dinding penahan tanah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, penyuluhan akan diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Program ini diharapkan memberikan solusi berkelanjutan dan dampak positif bagi masyarakat Desa Sibetan.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH PADA SENDERAN PURA BANGKAK, DESA SIBETAN, KARANGASEM I Putu Deny Surastika Aditama; I Made Adi Bhaskara2
Jurnal Abdi Daya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Daya Vol.5 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.29-39

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pura Bangkak, Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali, sebagai upaya mengatasi permasalahan ketidakstabilan dinding tanah pada area parkir pura yang memiliki ketinggian ±3 meter dan panjang ±50 meter tanpa struktur penahan. Kondisi tersebut menimbulkan risiko longsor yang dapat mengancam keselamatan dan keberlanjutan fungsi pura sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, pengukuran geometri, pengujian tanah (SPT, kadar air, dan permeabilitas), serta pemetaan topografi menggunakan drone untuk memperoleh data kontur secara akurat. Berdasarkan hasil analisis, disusun desain teknis dinding penahan tanah berbahan beton bertulang dengan sistem drainase yang sesuai dengan karakteristik geoteknik setempat. Kegiatan ini juga mencakup sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemeliharaan serta deteksi dini kerusakan dinding penahan tanah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menjaga infrastruktur sederhana, terciptanya desain teknis yang aplikatif, serta penguatan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa. Program ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa.
PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DRAINASE PURA PEJENENGAN DADIA TEBEN DAYANG, DESA SIBETAN, KECAMATAN BEBANDEM, KAB. KARANGASEM I Made Kusuma Wiranata; Cokorda Agung Yujana; Gde Wikan Pradnya Dana
Jurnal Abdi Daya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Daya Vol.5 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.11-20

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada peningkatan infrastruktur drainase di Pura Pejenengan Dadia Teben Dayang, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Wilayah ini menghadapi masalah genangan air, erosi tanah, dan pengelolaan air hujan yang tidak optimal akibat curah hujan tinggi dan permeabilitas tanah rendah, yang mengganggu aktivitas keagamaan dan kenyamanan masyarakat. Solusi utama adalah penerapan teknologi biopori, lubang resapan vertikal berbahan pipa PVC berdiameter 150 mm dengan lubang-lubang untuk meningkatkan infiltrasi air, mengurangi genangan, mencegah erosi, dan memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk. Kegiatan meliputi survei awal, pengukuran, penyelidikan tanah, analisis data, desain titik biopori dan drainase, serta pemasangan bersama masyarakat. Hasil menunjukkan Kebutuhan Biopori pada lahan Pura ini yaitu 24 Buah dan akan dipasang 20 buah biopori dengan diameter 150 mm dengan dalam 1 meter, selain itu juga dikombinasikan dengan rekomendasikan titik pembuatan saluran drainase untuk memperecepat keluarnya limpasan air hujan di area pura. Program ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan, kelestarian pura, dan menjadi model pembangunan berkelanjutan. Rencana lanjutan: monitoring efektivitas dan ekspansi ke lokasi serupa.
PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DRAINASE PURA PEJENENGAN DADIA TEBEN DAYANG, DESA SIBETAN, KECAMATAN BEBANDEM, KAB. KARANGASEM I Gusti Agung Gede Nodya Dharmastika; Putu Gede Suranata; Putri Ayu Devy Permata Sari
Jurnal Abdi Daya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Daya Vol.5 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.21-28

Abstract

This community service activity was carried out as an academic contribution to support the enhancement of development planning capacity at the village level. The program aimed to assist Desa Adat Sibetan, located in Bebandem District, Karangasem Regency, in preparing a Cost Budget Plan and a funding proposal for the construction of a Retaining Wall in the traditional cemetery area, which has a high risk of landslides. The main problems faced by the community partners were the limited technical capacity of village officials in preparing systematic planning documents and the lack of understanding of funding proposal mechanisms in accordance with government standards. The implementation method consisted of several structured stages, including initial coordination and need assessment with village officials, field observations and surveys, preparation of work item lists and volume calculations, material unit price surveys in the Karangasem region, and unit price analysis based on construction technical standards. These stages were followed by technical assistance and Focus Group Discussions (FGDs) to help village officials understand the principles of budget planning and the procedures for preparing funding proposals independently. A participatory approach was applied throughout the process to ensure effective knowledge transfer, capacity building, and active community involvement in decision-making. The results showed that the total cost estimation for the construction of the Retaining Wall at the Setra of Desa Adat Sibetan reached IDR 3,567,984,223.00. The cost estimation was prepared based on actual field survey data and the latest material price adjustments in Karangasem Regency, resulting in an accurate and accountable cost estimate that can serve as a valid basis for submitting funding proposals to local government agencies and development support institutions. Overall, this program successfully produced practical outputs in the form of an applicable RAB document and a complete proposal, while also enhancing the technical and administrative planning capacity of the Sibetan village officials in managing infrastructure development. Furthermore, this activity contributed to strengthening participatory-based governance, promoting transparency and accountability in village financial management, and aligning with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in the areas of resilient infrastructure, sustainable development, and community empowerment partnerships.
TIRTA (TEKNOLOGI IOT UNTUK IRIGASI TERKENDALI DAN AUTOMASI): SISTEM IRIGASI PINTAR BERBASIS IOT DENGAN KONTROL OTOMATIS DAN PENJADWALAN DINAMIS I Kadek Agus Wahyu Raharja; Cokorda Agung Yujana; Made Surya Kumara
Jurnal Abdi Daya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Daya Vol.5 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.53-62

Abstract

Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem menghadapi permasalahan serius terkait ketersediaan air irigasi akibat kondisi topografi berbukit dan ketergantungan tinggi pada curah hujan musiman. Sistem irigasi tradisional yang masih dilakukan secara manual menyebabkan pemborosan air, biaya operasional tinggi, dan produktivitas pertanian yang tidak stabil. Program pengabdian TIRTA (Teknologi IoT untuk Irigasi Terkendali dan Automasi) ini dikembangkan untuk memberikan solusi melalui penerapan sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengaturan penyiraman melalui jadwal dinamis menggunakan Telegram Bot. Teknologi ini memanfaatkan ESP32 sebagai mikrokontroler utama, relay sebagai aktuator pompa, serta integrasi protokol MQTT untuk memastikan komunikasi yang ringan dan stabil. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi air, pengurangan beban kerja petani, serta peningkatan stabilitas produksi. Sistem ini terbukti menjadi solusi tepat guna yang mudah dioperasikan, hemat biaya, dan sesuai dengan kondisi infrastruktur pedesaan.
Rancangan Penataan Estetika Jl. Akasia Guna Meningkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan I Ketut Sugihantara; A.A. Ayu Dewi Larantika; Agus Kurniawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.11-20

Abstract

Warmadewa University is a large university in Bali which has faculties, study programs, and postgraduate programs with a total of 7 active students. Currently operational Univ. Warmadewa is still centered on Jalan Terompong Number 24, Denpasar and has 3 exits, namely the main Akasia Street, Jalan Akasia XVI, and Jalan Akasia which is Ex IKIP / Paud Erlangga. Development of Univ. Warmadewa, which was founded in 1984, has brought quite rapid changes to the surrounding lands, which were formerly agricultural land, now become densely populated settlements, boarding houses for students and traders, photocopying, laundry, and others which are a significant impact as a result. the Warmadewa University campus. The condition of economic development around Warmadewa University can be seen from the proliferation of stalls and shops where you can sell which has an impact on the crowded parking and traffic around it. At night, this condition is getting denser without being accompanied by improvements in road facilities being the main problem in this PKM. Furthermore, the solution that can be offered is to carry out data collection on traffic facilities on the main Akasia Street and XVI Acacia in the hope that it can raise awareness and participation of the community to care more about the surrounding environment and Warmadewa University as the center of economic awakening can also help the surrounding community.
Manajemen Lalu Lintas Di Jalan Akasia Guna Menghindari Kemacetan I Made Suniastha Amerta; Luh Putu Sudini; Ni Made Widya Pratiwi Widya Pratiwi
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.28-36

Abstract

Warmadewa University is a large university in Bali which has faculties, study programs, and postgraduate programs with a total of 7 active students. Currently operational Univ. Warmadewa is still centered on Jalan Terompong Number 24, Denpasar and has 3 exits, namely the main Akasia Street, Jalan Akasia XVI, and Jalan Akasia which is Ex IKIP / Paud Erlangga. Development of Univ. Warmadewa, which was founded in 1984, has brought quite rapid changes to the surrounding lands, which were formerly agricultural land, now become densely populated settlements, boarding houses for students and traders, photocopying, laundry, and others which are a significant impact as a result. the Warmadewa University campus. The condition of economic development around Warmadewa University can be seen from the proliferation of stalls and shops where you can sell which has an impact on the crowded parking and traffic around it. At night, this condition is getting denser without being accompanied by improvements in road facilities being the main problem in this PKM. Furthermore, the solution that can be offered is to carry out data collection on traffic facilities on the main Akasia Street and Akasia XVI in the hope that it can foster awareness and participation of the community to care more about the surrounding environment and Warmadewa University as the center of economic awakening can also help the surrounding community.
Pangempon Pura Pajinengan Gunung Tap Sai Kabupaten Karangasem – Bali, untuk Desain Konservasi Mandala Pura I Wayan Runa; I Nyoman Warnata; I Nyoman Nuri Arthana Nuri Arthana
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.46-63

Abstract

Pura Pajinengan Mount Tap Sai is located in Puragai Hamlet, Besakih Traditional Village, Pempatan Village, Rendang District, Karangasem Regency - Bali, hereinafter referred to as Pura Tap Sai. Tap Sai Temple is located on the northwest slope of Mount Agung. People who Tangkil come to the temple to ask for safety and grace. Tap Sai comes from the word matapa sai sai (daily meditation or meditation). On the main page (utamaning mandala) of Pura Tap Sai, there is also a shrine of the Lingga Yoni wrapped in tree roots (natural) which the people believe is a place to ask for children or offspring, mate, all health problems, ask for medicine, and also fortune. After praying at the main mandala, each devotee / pemedek will be given a bundle (11) of incense to make a special wish at the natural Yoni Lingga. The existence of this temple is in the middle of the forest so that the natural atmosphere is calm, peaceful, and sacred. Therefore, this temple is also a public attraction both for spiritual activities and for traveling. With the increasing number of community members visiting Pura Pajinengan Mount Tap Sai, it is necessary to organize the main temple's mandala so that it is able to accommodate the number of visitors optimally and of course it is also safe for people with disabilities, given the high condition of the temple mandala such as terraces due to the contours of the ground. that's tilted. Based on the above problems, the method of implementation is through the design of the mandala pura conservation. Data collection was in the form of exploration to Pajinengan Temple Mount Tap Sai to obtain data in the design process. The design of the temple mandala to be more unique or distinctive, including the design of buildings and pelinggih and circulation materials for people with disabilities. In addition, it also conducted opinion polls and socialization to optimize the design of the mandala conservation at Pura Pajinengan Mount Tap Sai. The final output in the first year of the Community Partnership Program or this service for the community of Pajinengan Temple Mount Tap Sai people is preliminary data for the design of the mandala and temple shrine conservation. The preliminary data consist of the area of ​​land / temple area, the area of ​​the temple mandala, the existing main palinggih buildings, the existing supporting palinggih buildings, the sacred trees that need to be preserved, and the unique potential for the concept of temple development.
Rekayasa Sosial Partisipasi Masyarakat Dalam Mematuhi Ketertiban Umum di Jalan Akasia Denpasar Mirsa Umiyati; Toto Noerasto; Ida Ayu Cri Vinantya Laksmi
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.20-25

Abstract

Perkembangan kawasan pemukiman disekitar Jalan Akasia berdampak pada terjadinya kemacetan dan kepadatan jalan. Perilaku parkir sembarangan, penggunaan bahu jalan sebagai parkir, serta pemanfaatan bahu jalan untuk berjualan menyebabkan timbulnya hambatan yang berdampak pada terjadinya kemacetan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk studi kasus dan analisis kualitatif-deskriptif. Pemilihan metode ini didasarkan atas data dilokasi yang tidak berupa angka numeris.Metode perolehan data dengan melakukan wawancara dan sosialisasi. Hasil wawancara dan sosialisasi awal yang dilakukan pada masyarakat sekitar Jalan Akasia, menunjukkan bahwa peran masyarakat dalam upaya ikut menjaga ketertiban umum khususnya berlalulintas masih kurang. Masyarakat masih berasumsi bahwa upaya ketertiban umum berlalulintas adalah tugas dari aparat desa dan keamanan. Masyrakat belum memahami tentang penggunaan badan jalan yang dilarang ataupun diperbolehkan. Hasil dari sosialisasi dan FGD adalah masyarakat sekitar Jalan Akasia bersedia mengikuti ketentuan hukum mengenai batas sempadan jalan serta aturan pemasangan reklame. Hal ini merupakan hasil yang positif sebagai bukti adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam ikut menjaga ketertiban umum dan mematuhi peraturan yang berlaku. Sosialisasi yang dilakukan dengan para pemilik toko/warung menghasilkan kesepakatan bahwa dalam proses berjualan agar parkir pengunjung ditata sehingga tidak menimbulkan hambatan jalan yang dapat berdampak pada timbulnya kemacetan.