Pertumbuhan pesat sektor e-commerce fashion di Indonesia membuka peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun juga diiringi oleh tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam perolehan laba. Fluktuasi harga jual, biaya produksi, volume penjualan, dan permintaan pasar menyebabkan pendekatan prediksi deterministik kurang mampu merepresentasikan kondisi bisnis yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi laba UMKM e-commerce fashion menggunakan pendekatan probabilistik melalui Simulasi Monte Carlo. Data penelitian mencakup variabel harga jual, biaya produksi, volume penjualan, dan permintaan pasar yang dimodelkan dalam bentuk distribusi probabilistik berdasarkan data historis. Simulasi Monte Carlo dilakukan sebanyak 10.000 iterasi untuk menghasilkan estimasi distribusi laba dalam berbagai skenario bisnis. Selain itu, analisis sensitivitas dilakukan untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap variasi laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laba bulanan UMKM e-commerce fashion sebesar Rp65.000.000 dengan rentang nilai antara Rp20.000.000 hingga Rp120.000.000. Analisis sensitivitas mengungkapkan bahwa volume penjualan dan harga jual merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi variasi laba, sementara biaya produksi dan biaya operasional memiliki pengaruh relatif lebih kecil. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Simulasi Monte Carlo merupakan metode yang efektif dalam memodelkan ketidakpastian laba UMKM e-commerce fashion. Pendekatan ini mampu memberikan estimasi laba yang lebih realistis dan probabilistik, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam perencanaan keuangan dan manajemen risiko berbasis data.
Copyrights © 2026