Permasalahan perundungan terutama di sekolah dasar seperti perundungan verbal, fisik, sosial, daring dan lainnya merupakan fenomena yang meresahkan dan memerlukan perhatian serius. Meskipun telah dipasang poster-poster edukatif di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesadaran, perundungan masih terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tindakan perundungan yang terjadi di kalangan siswa kelas tinggi di SD Negeri Sukamahi 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan terjadi dalam berbagai bentuk. Sekolah telah melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Perundungan (TPPK), kesepakatan kelas, dan edukasi mengenai dampak perundungan. Namun, implementasi program tersebut belum sepenuhnya efektif, karena banyak siswa yang tidak menyadari keberadaan program ini. Kasus perundungan ditangani melalui identifikasi, dialog individu, dan tindakan disiplin yang mendidik. Observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa interaksi antar siswa mungkin terlihat bercanda tetapi dapat meningkat menjadi tindakan kekerasan ringan. Dengan pendekatan komprehensif ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa serta mengurangi angka perundungan yang terjadi.
Copyrights © 2025