Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan mensyaratkan harmonisasi antara dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, pada sektor pertambangan masih terlihat ketidaksesuaian antara mutu pelaporan keberlanjutan dan capaian kinerja lingkungan yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kontribusi akuntansi lingkungan dan kinerja lingkungan terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan mengolah data sekunder dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan skor penilaian PROPER perusahaan pertambangan di BEI periode 2022–2024. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 51 data yang dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Temuan empiris menunjukkan bahwa akuntansi lingkungan dan kinerja lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan, baik secara parsial (Sig. = 0,004 dan 0,001) maupun simultan (Sig. = 0,000). Kemampuan kedua variabel dalam menjelaskan pembangunan berkelanjutan adalah sebesar 32,8% yang ditunjukkan oleh nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,328. Hasil ini mengindikasikan bahwa pencapaian keberlanjutan menuntut keselarasan antara transparansi pelaporan dan kinerja lingkungan yang terukur. Implikasinya, perusahaan perlu meningkatkan kualitas pengungkapan dan kinerja lingkungan untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang.
Copyrights © 2026