Tujuan utama dari penelitian ini adalah menggambarkan upaya-upaya yang dilakukan guru untuk menumbuhkan karakter mandiri siswa di tingkat sekolah dasar dan lingkungan belajar kelas awal. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tematik, meliputi proses pengkodean, pengelompokan kategori, dan penarikan tema utama erdasarkan jawaban guru. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dan melibatkan guru kelas II di SD Negeri Muarasari 3, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara daring menggunakan Google Form berisi 16 pertanyaan terbuka mengenai pemahaman, strategi, hambatan, dan dukungan dalam pembentukan karakter mandiri siswa. Berdasarkan temuan penelitian, guru mendefinisikan karakter mandiri sebagai kapasitas siswa untuk belajar dan bertanggung jawab tanpa perlu ketergantungan pada pihak lain. Strategi yang mereka gunakan mencakup pembiasaan perilaku mandiri dan penerapan model Project-Based Learning (PjBL) untuk mengembangkan inisiatif dan rasa tanggung jawab siswa. Dukungan orang tua dan kegiatan sekolah seperti piket kelas turut memperkuat pembentukan karakter mandiri. Hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya keterlibatan orang tua dan perbedaan latar belakang siswa. Guru mengatasinya dengan pendekatan bertahap dan bimbingan berkelanjutan.Secara keseluruhan, pembentukan karakter mandiri siswa memerlukan kolaborasi terpadu antara guru, institusi sekolah, dan orang tua siswa melalui pembelajaran kontekstual, pembiasaan positif, serta dukungan lingkungan belajar yang konsisten.
Copyrights © 2025