Urgensi penelitian ini untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor keuangan dan kepemilikan yang mempengaruhi risiko kebangkrutan perusahaan, sehingga dapat memberikan wawasan bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan strategis guna mencegah terjadinya financial distress dan memastikan kelangsungan hidup perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sales Growth, Operating Cash Flow, dan Managerial Ownership terhadap Financial Distress pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Populasi penelitian meliputi seluruh perusahaan dalam sektor tersebut, dengan penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, diperoleh 48 perusahaan sebagai sampel dengan total 144 data observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui metode dokumentasi dari laporan keuangan dan sumber resmi terkait. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif, sedangkan teknik analisis yang diterapkan adalah regresi logistik dengan bantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil analisis menunjukkan bahwa Operating Cash Flow dan Managerial Ownership memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi Financial Distress perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa arus kas operasi yang kuat serta proporsi kepemilikan manajerial yang memadai dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesulitan keuangan. Sebaliknya, Sales Growth tidak ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap Financial Distress, yang mengisyaratkan bahwa pertumbuhan penjualan semata tidak cukup menjadi indikator penentu keberlanjutan kondisi keuangan perusahaan di sektor ini. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan dan investor untuk lebih memperhatikan faktor arus kas operasi dan kepemilikan manajerial dalam upaya memitigasi risiko kesulitan keuangan, dibandingkan hanya berfokus pada peningkatan penjualan.
Copyrights © 2026