Nasi Lengko adalah hidangan khas yang mencerminkan kesederhanaan dan kearifan lokal masyarakat Indramayu dan sekitarnya. Terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan tahu, tempe, tauge, dan irisan timun, lalu disiram dengan bumbu kacang khas dan kecap manis, serta ditaburi kucai dan biasa di hidangkan pada pagi hari. Bagi pedagang Nasi Lengko, perhitungan modal dan untung sangat diperhatikan. Dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Etnomatematika sekaligus menganalisis keterkaitan antara budaya kuliner Nasi Lengko dengan konsep matematika; “aritmetika sosial”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung terhadap proses pembuatan, serta wawancara mendalam dengan penjual Nasi Lengko yang diperkuat dengan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa di balik keragaman cita rasa bumbu yang khas, Nasi Lengko juga memiliki hubungan yang kuat terhadap konsep aritmetika sosial dengan menentukan harga jual per porsi hingga analisis keuntungan harian. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa Nasi Lengko dapat dimodelkan dan dihitung secara matematis dalam proses pembuatannya yang membuktikan bahwa adanya integrasi matematika dalam budaya praktis masyarakat.
Copyrights © 2025