Wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo, yang meliputi Kapanewon Temon, Wates, Panjatan, dan Galur, berpotensi terdampak tsunami dengan ketinggian hingga 20 meter. Tsunami tersebut dipicu oleh gempa megathrust dengan magnitudo > 8 di zona subduksi selatan Pulau Jawa. Ancaman tingginya korban jiwa memerlukan upaya mitigasi, khususnya melalui penyusunan jalur evakuasi yang tepat. Ketidaktepatan jalur serta minimnya informasi estimasi waktu tempuh berpotensi menimbulkan keterlambatan evakuasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jalur evakuasi tercepat menuju lokasi evakuasi terdekat dan mengestimasi waktu tempuh dari setiap jalur evakuasi. Metode diawali dengan konversi hasil pemodelan inundasi tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi data vektor untuk mengidentifikasi wilayah terinundasi dan tempat evakuasi yang aman. Wilayah permukiman dan objek wisata pantai digunakan sebagai titik awal evakuasi, sementara tempat evakuasi yang aman sebagai titik akhir. Penentuan jalur evakuasi dilakukan menggunakan metode Closest Facility pada Network Analyst dengan skenario kecepatan berjalan kaki, berlari, dan menggunakan sepeda motor. Hasil identifikasi menunjukkan adanya tiga objek wisata pantai dan 185 wilayah permukiman terinundasi dengan total luas 1.101,354 ha. Penentuan jalur menghasilkan total enam jalur dari objek wisata pantai dan 370 jalur dari permukiman. Rata-rata waktu tempuh evakuasi dengan berjalan kaki, berlari, dan menggunakan sepeda motor berturut-turut adalah 60,34 menit, 21,87 menit, dan 8,01 menit.
Copyrights © 2025