Pemantauan kondisi kesehatan pasien rawat jalan secara real-time menjadi tantangan krusial dalam layanan kesehatan modern, khususnya untuk mendeteksi indikasi kegawatdaruratan pada pasien dengan komorbiditas. Metode pemantauan konvensional sering kali tidak efisien karena keterbatasan jarak dan waktu. Penelitian ini bertujuan merancang bangun sistem telemonitoring kesehatan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 untuk memantau parameter detak jantung (BPM) dan saturasi oksigen (SpO₂). Metode penelitian menerapkan pendekatan Virtual Prototyping menggunakan simulator Wokwi untuk memvalidasi desain sistem sebelum implementasi fisik, guna meminimalisir risiko kerusakan perangkat dan efisiensi biaya. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan skema rangkaian virtual, pengembangan algoritma, dan pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengakuisisi data simulasi dengan tingkat akurasi 100% dan mentransmisikan data ke cloud dengan rata-rata latensi 112 ms, yang memenuhi standar Quality of Service (QoS) aplikasi e-Health. Fitur peringatan dini (Early Warning System) juga terbukti berhasil mendeteksi kondisi hipoksia (SpO₂ < 95%) secara real-time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode simulasi Wokwi efektif sebagai media validasi perancangan sistem IoT kesehatan yang akurat dan responsif. Kata Kunci: Internet of Things (IoT), Telemonitoring, ESP32, Wokwi, Saturasi Oksigen (SpO₂)
Copyrights © 2026