Rantai pasok memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan operasi industri manufaktur melalui integrasi proses perencanaan, pengadaan, produksi, dan distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja rantai pasok PT ABC, perusahaan manufaktur komponen logam presisi, serta menilai pengaruhnya terhadap efisiensi produksi dengan menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) Model. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi langsung, dan data primer yang mencakup jumlah pesanan, jumlah pengiriman, waktu pemenuhan, serta biaya produksi dari periode Januari hingga Desember 2024. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan empat metrik utama SCOR, yaitu Perfect Order Fulfillment (POF), Order Fulfillment Cycle Time (OFCT), Cost of Goods Sold (COGS), dan Cash to Cash Cycle Time (CTCCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai POF tahunan mencapai 99,74%, menandakan proses distribusi berjalan sangat andal meskipun terdapat gangguan pengiriman pada awal tahun. Namun, nilai COGS sebesar 99,88% menunjukkan efisiensi biaya produksi sangat rendah dan belum memenuhi standar benchmark industri. Selain itu, OFCT sebesar 3 hari dan CTCCT 15 hari mengindikasikan perlunya peningkatan kecepatan pemenuhan pesanan serta optimalisasi arus kas. Temuan tersebut menegaskan bahwa meskipun kinerja keandalan logistik sudah baik, PT ABC masih menghadapi tantangan signifikan pada aspek biaya dan pengelolaan aset. Implementasi SCOR Model membantu mengidentifikasi celah kinerja tersebut sehingga dapat digunakan sebagai dasar perumusan strategi perbaikan rantai pasok yang lebih terarah.
Copyrights © 2026