Persaingan ketat dalam industri kuliner menuntut restoran tidak hanya unggul pada cita rasa, tetapi juga pada kualitas layanan yang mampu menciptakan nilai bagi pelanggan. Restoran Batik Kuring yang berlokasi di SCBD Jakarta masih menerima keluhan mengenai fasilitas parkir, kebersihan, kecepatan pelayanan, dan konsistensi staf, menunjukkan adanya kesenjangan pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis nilai pelanggan serta menentukan prioritas peningkatan layanan menggunakan metode SERVQUAL, Importance-Performance Analysis (IPA), dan Potential Gain in Customer Value (PGCV). Data dikumpulkan dari 30 pelanggan dan diuji validitas serta reliabilitasnya secara statistik. Hasil menunjukkan seluruh dimensi kualitas layanan memiliki gap negatif, dengan kesenjangan terbesar pada area parkir (-2.2) dan responsivitas karyawan (-1.83). IPA memetakan area parkir, ketersediaan menu, dan penanganan keluhan sebagai prioritas utama perbaikan. PGCV menegaskan bahwa peningkatan ketiga atribut tersebut memberikan potensi peningkatan nilai pelanggan paling signifikan. Integrasi ketiga metode menyediakan dasar strategis yang komprehensif bagi manajemen dalam meningkatkan kepuasan, loyalitas, serta daya saing restoran.
Copyrights © 2026