Pengelolaan Dana Desa merupakan bagian penting dari agenda pembangunan desa yang menuntut tata kelola yang akuntabel, baik secara horizontal kepada masyarakat maupun vertikal kepada pemerintah di atasnya. Namun dalam praktiknya, banyak desa menghadapi tantangan dalam memastikan akuntabilitas berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan akuntabilitas horizontal dan vertikal dilakukan di Desa Binjai Pemangkih serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi adapun pengecekan keabsahan data dilakukan melalui cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Kesimpulannya, secara umum akuntabilitas telah dilaksanakan cukup baik, masih diperlukan penguatan kapasitas aparatur, penyederhanaan sistem Administrasi keuangan, serta harmonisasi regulasi. Disarankan agar pemerintah daerah lebih aktif memberikan pelatihan dan pendampingan serta mempercepat penerbitan kebijakan agar desa dapat menjalankan pengelolaan dana secara lebih optimal.Kata Kunci: akuntabilitas, dana desa, horizontal, vertikal, Binjai Pemangkih, tata kelola
Copyrights © 2025