Konsentrasi belajar merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran, dan salah satu penyebab menurunnya konsentrasi adalah kebiasaan tidak sarapan pagi serta kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kebiasaan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 78 siswa kelas IV dan V di SDN 4 Sopai. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki dukungan keluarga yang baik (74,4%) dan konsentrasi belajar yang baik (75,6%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kebiasaan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar siswa (p = 0,018 < α = 0,05). Odds ratio sebesar 3,927 menunjukkan bahwa siswa dengan dukungan keluarga baik memiliki peluang 3,9 kali lebih besar untuk memiliki konsentrasi belajar yang baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga mengenai kebiasaan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar siswa. Disarankan agar orang tua lebih memperhatikan pentingnya sarapan pagi dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi anak.
Copyrights © 2025