Konsentrasi belajar merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang keberhasilan akademik siswa. Sarapan pagi berperan sebagai sumber energi utama sebelum memulai aktivitas belajar di sekolah dan berpengaruh terhadap fungsi kognitif otak, termasuk daya fokus, perhatian, dan daya ingat. Namun, tidak semua siswa memiliki kebiasaan sarapan yang baik, sehingga dapat berpengaruh terhadap konsentrasi mereka di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Sa’dan Kabupaten Toraja Utara Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPN 1 Sa’dan sebanyak 72 siswa, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan perilaku kebiasaan sarapan baik sebanyak 36 orang (50,0%) dan yang kurang juga sebanyak 36 orang (50,0%). Sementara itu, siswa dengan konsentrasi belajar rendah berjumlah 46 orang (63,9%) dan konsentrasi belajar tinggi 26 orang (36,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar. Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada siswa. Oleh karena itu, penting bagi siswa, orang tua, dan pihak sekolah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan sarapan demi meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa.
Copyrights © 2025