Tenaga kerja merupakan salah satu faktor kunci dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga peningkatan jumlah angkatan kerja harus diimbangi dengan kemampuan penyerapan yang memadai. Provinsi Sumatera Utara menunjukkan tren pertumbuhan angkatan kerja, yang menimbulkan tantangan tersendiri bagi kebijakan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja, baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan berasal dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), dengan desain penelitian kuantitatif berbasis data time series 2009-2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda metode Ordinary Least Squares (OLS), yang diawali dengan uji asumsi klasik dan dilanjutkan dengan uji t, uji F, serta penghitungan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan UMP dan investasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Sumatera Utara, dengan kontribusi sebesar 82,62%. Namun, secara parsial kedua variabel hanya berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan upah minimum dan investasi memiliki peran strategis jika dioptimalkan secara bersamaan, sehingga dapat menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan daerah.
Copyrights © 2026