Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Sistem Pengendalian Internal dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan di Kota Medan Matondang, Khairani Alawiyah; Lubis, Zackya Hayati; Fajri, Muhammad Yudi; Bella, Saskia; Simanungkalit, Bunga Madu
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.5798

Abstract

Transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan keuangan menjadi isu krusial dalam membangun tata kelola yang baik. Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) memiliki peran penting dalam menjamin operasi pengelolaan keuangan berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini mengeksplorasi peran SPIP dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait implementasi SPIP dan dampaknya terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SPIP yang baik dapat meminimalisir risiko penyimpangan keuangan, meningkatkan keterbukaan informasi, serta memperkuat mekanisme pengawasan internal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi SPIP dapat menjadi strategi utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah terus memperkuat penerapan SPIP melalui peningkatan kapabilitas aparatur, pengawasan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pengendalian internal.
Peran Sistem Pengendalian Internal dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan di Kota Medan Matondang, Khairani Alawiyah; Lubis, Zackya Hayati; Fajri, Muhammad Yudi; Bella, Saskia; Simanungkalit, Bunga Madu
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.5798

Abstract

Transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan keuangan menjadi isu krusial dalam membangun tata kelola yang baik. Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) memiliki peran penting dalam menjamin operasi pengelolaan keuangan berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini mengeksplorasi peran SPIP dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait implementasi SPIP dan dampaknya terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SPIP yang baik dapat meminimalisir risiko penyimpangan keuangan, meningkatkan keterbukaan informasi, serta memperkuat mekanisme pengawasan internal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi SPIP dapat menjadi strategi utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah terus memperkuat penerapan SPIP melalui peningkatan kapabilitas aparatur, pengawasan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pengendalian internal.
DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN LUMPANG DESA BANDAR KLIPPA KABUPATEN DELI SERDANG Suharianto, Joko; Sumarno Sumarno; Dalimunthe, Muhammad Bukhori; Lubis, Putri Kemala Dewi; Siti, Siti Khofifah Hanif; Lubis, Zackya Hayati
D'edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/dedukasi.v5i2.23017

Abstract

Lumpang bukan hanya alat bantu masak didapur, tetapi juga memiliki nilai budaya masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, menyelesaikan permasalahan mitra khususnya pada aspek produksi untuk menghasilkan diversifikasi produk. Solusi pada aspek produksi melalui pembuatan alat inovasi pembuatan cobek dengan memanfaatkan kayu limbah sisa produksi lumpang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu dengan melakukan pendekatan dengan mitra berupa observasi, FGD penentuan masalah dan solusi, desain rancangan alat inovasi produksi, rancang bangun alat inovasi, uji coba alat produksi, evaluasi dan serah terima alat. Hasil kegiatan ini menyimpulkan bahwa mitra sangat senang dengan alat inovasi pembuat cobek. Lebih daripada itu, mitra sangat senang karena alat ini multi guna, selain bisa membuat cobek, tetapi juga bisa membuat mangkok kayu dan lumpang inovatif dengan penutup meski dalam ukuran relatif kecil. Alat pembuat cobek yang dihasilkan terbukti efektif, rata-rata waktu yang digunakan untuk membuat cobek sekitar 5-7 menit, untuk membuat mangkok kayu sekitar 7-9 menit. Sedangkan untuk mebuat lumpang dengan penutup sekitar 15-18 menit. Alhasil saat ini mitra memproduksi lumpang tradisional dan telenan, tetapi juga lumpang inovatif dengan penutup, cobek, dan mangkok kayu.
Pengaruh Upah Minimum dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Sumatera Utara Lubis, Zackya Hayati; Panjaitan, Claudia Tabitha; Sitorus, Monika Caramoy; Febina, Jenaya; Matondang, Khairani Alawiyah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.12281

Abstract

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor kunci dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga peningkatan jumlah angkatan kerja harus diimbangi dengan kemampuan penyerapan yang memadai. Provinsi Sumatera Utara menunjukkan tren pertumbuhan angkatan kerja, yang menimbulkan tantangan tersendiri bagi kebijakan ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja, baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan berasal dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), dengan desain penelitian kuantitatif berbasis data time series 2009-2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda metode Ordinary Least Squares (OLS), yang diawali dengan uji asumsi klasik dan dilanjutkan dengan uji t, uji F, serta penghitungan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan UMP dan investasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Sumatera Utara, dengan kontribusi sebesar 82,62%. Namun, secara parsial kedua variabel hanya berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan upah minimum dan investasi memiliki peran strategis jika dioptimalkan secara bersamaan, sehingga dapat menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan daerah.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar Dan Suku Bunga Terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Lubis, Zackya Hayati; Silaban, Laurent Damai Yanti; Muammar El Zaidan; Sagala, Tasya Oren
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.12310

Abstract

Stabilitas moneter menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga agar ekonomi terus berjalan, terutama melalui pengendalian harga yang berkaitan erat dengan jumlah uang yang beredar dan tingkat bunga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana jumlah uang beredar dan tingkat bunga memengaruhi inflasi di Indonesia selama tahun 2010 sampai 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data yang diambil dari publikasi resmi BPS dan Bank Indonesia. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda melalui metode Ordinary Least Square, setelah melakukan uji asumsi klasik untuk memastikan modelnya sah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap inflasi, sementara tingkat bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi. Secara bersamaan, kedua faktor ini berpengaruh signifikan pada inflasi dengan nilai R² mencapai 58,78 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan inflasi di Indonesia dipengaruhi tidak hanya oleh satu aspek moneter, tetapi juga oleh kebijakan jumlah uang beredar dan tingkat bunga bersamaan. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang berhasil membutuhkan pendekatan yang terkoordinasi agar dapat menjaga kestabilan harga dan mendukung daya tahan ekonomi negara.