Stabilitas moneter menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga agar ekonomi terus berjalan, terutama melalui pengendalian harga yang berkaitan erat dengan jumlah uang yang beredar dan tingkat bunga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana jumlah uang beredar dan tingkat bunga memengaruhi inflasi di Indonesia selama tahun 2010 sampai 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data yang diambil dari publikasi resmi BPS dan Bank Indonesia. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda melalui metode Ordinary Least Square, setelah melakukan uji asumsi klasik untuk memastikan modelnya sah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap inflasi, sementara tingkat bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi. Secara bersamaan, kedua faktor ini berpengaruh signifikan pada inflasi dengan nilai R² mencapai 58,78 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan inflasi di Indonesia dipengaruhi tidak hanya oleh satu aspek moneter, tetapi juga oleh kebijakan jumlah uang beredar dan tingkat bunga bersamaan. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang berhasil membutuhkan pendekatan yang terkoordinasi agar dapat menjaga kestabilan harga dan mendukung daya tahan ekonomi negara.
Copyrights © 2026