Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secara sensus dari 111 pegawai pada tiga OPD teknis: Inspektorat, BKPSDM, dan BPKAD. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai baik secara langsung maupun melalui motivasi sebagai variabel mediasi. Motivasi terbukti memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antara kompetensi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model manajemen sumber daya manusia sektor publik, sekaligus menjadi dasar pertimbangan praktis dalam perumusan strategi peningkatan kinerja aparatur melalui penguatan kompetensi, pengembangan kepemimpinan, dan pemberdayaan motivasi kerja
Copyrights © 2026